Khamer, anak yatim dan menikah dengan orang musyrik
M. Rizal
MA PPMI Assalaam
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ (٢١٩)فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْيَتَامَى قُلْ إِصْلاحٌ لَهُمْ خَيْرٌ وَإِنْ تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لأعْنَتَكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (٢٢٠)وَلا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى يُؤْمِنَّ وَلأمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ وَلا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُوا وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ أُولَئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (٢٢١)وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ وَلا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ (٢٢٢)نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ وَقَدِّمُوا لأنْفُسِكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلاقُوهُ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ (٢٢٣)وَلا تَجْعَلُوا اللَّهَ عُرْضَةً لأيْمَانِكُمْ أَنْ تَبَرُّوا وَتَتَّقُوا وَتُصْلِحُوا بَيْنَ النَّاسِ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (٢٢٤)لا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ (٢٢٥)
219. Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.” Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ” Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir, 220. tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 221. Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. 221. Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. 223. Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman. 224. Jangahlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan mengadakan ishlah di antara manusia. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. 225. Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
Tinjauan Bahasa
[الخمر] Minuman-minuman yang memabukkan, biasa disebut khamr dikarenakan khamr itu menutup akal tidak memberi akal itu suatu titik terang. dan perkataan masyarakat: khamr itu bagaikan lupanya seorang penyanyi dengan lagunya dikarenakan tertutupnya akal.
[الميسر] Perjudian didasari dari kemudahan dikarenakan tiada kerja keras dan rasa lelah. Dan dikatakan kalau barang-siapa berjudi maka kemudahan buat dia untuk menjadi kaya.
[إثم] Khamr disebut sebagai penyebab dosa jikalau meminumnya menyebabkan suatu dosa. Pemegang syari’at berkata “aku telah meminum minuman dosa hingga akalku tenggelam.” Seperi inilah minuman dosa menghilangkan akal.
[العفو] Mengutamakan kelebihan dalam kebutuhan
[أعنتكم] Menjatuhkan kalian dalam rasa bersalah dan kesusahan
[أمة] Komunitas yang didipimpin dan ia membawa kebebasan/kemerdekaan di bawah komandonya.
[المحيض] Dua benda yang mengalir. Dan dikatakan darah haidh akan mengalir sampai habis masanya.
[حرث] Ladang tempat menyebarkan benih dalam tanah. Al-Jauhari berkata yang dimaksud dengan ladang yaitu tempat bercocok tanam dan tempat menumbuhhkan embrio untuk perkembangbiakan.
Tafsir
[يسألونك عن الخمر والميسر] Para sahabat bertanya kepada Rasulullah tentang hukum khamr dan hukum judi
[قل فيهما إثم كبير ومنافع للناس] Dikatakan kepada mereka sesungguhnya dalam penggunaan khamr dan perjudian itu ada suatu bahaya besar dan dosa yang besar pula. Dan ada pula bebarapa manfaat yang dapat dihasilkan.
[وإثمهما أكبر من نفعهما] Bahaya-bahaya itu lebih besar dari manfaatnya. Menghilangkan akal dan membuang uang. Melemahkan badan pada pasien yang diberi khamr. Dan untuk perjudian itu melalaikan jual-beli dan pengharmonisan rumah tangga. Dan menghilangkan persaudaraan antar sesama. Itu semua dapat dilihat dengan jelas akan baik dan buruknya. Dan jelaslah kemungkaran yang ada pada kedua itu.
[ويسألونك ماذا ينفقون قل العفو] Para sahabat bertanya “Apa yang dimanfaatkan dan apa yang ditinggalkan dari harta kami?” dan Rasulullah berkata kepada mereka “Infaqkanlah harta kalian yang paling utama dari kebutuhan kalian dan jangan meng-infaqkan apa yang mereka butuh sedangkan kamu menyesalinya.”
[كذلك يبين الله لكم الآيات] Yaitu seperti yang diterangkan kepada kalian hukum-hukum yang menerangkan kepada kalian manfaat-manfaat, keburukan, yang halal, dan yang haram.
[لعلكم تتفكرون] Wajib bagi kamu untuk berpikir tentang persoalan dunia dan akhirat. Maka ketauilah bahwa yang dunia itu fana dan akhirat itu kekal. Maka ketauilah tentang orang yang berbuat perbaikan. Dan akal salah satu dari apa yang kekal atas apa yang fana.
[ويسألونك عن اليتامى قل إصلاح لهم خير] Para sahabat bertanya kepada Muhammad tentang hak-hak orang miskin atas harta mereka. Rasulullah berkata kepada para sahabat
[وإن تخالطوهم فإخوانكم] Peliharalah mereka dan bergaullah dengan mereka. Jikalau seperti itu maka kalian telah masuk kearah kebaikan lebih baik dari sekedar bergaul dengannya.Jika mereka menjauhkan ia dari hartanya dengan harta kalian didasari atas amal untuk perbaikan mereka. Maka mereka itu termasuk teman kalian dalam menjalankan agama. Dan persahabatan agama lebih kuat daripada teman yang biasa dijumpai. Dan pernyataan dari sini adalah persahabatan dengan maksud untuk perbaikan dan kesejahteraan.
[والله يعلم المفسد من المصلح] Allah SWT lebih mengetahui atas siapa bermaksud untuk khianat dan kerusakan untuk harta mereka sendiri. Dan Allah mengetauhi siapa yang bermaksud untuk mengadakan perbaikan. Suatu saat akan dibalaskan perbuatan mereka kelak.
[ولو شاء الله لأعنتكم] Bisa saja Allah SWT mengkokohkan dalam hal perjuangan kelompok dalam kebaikan. Ditambah pula kelancaran beragama bagi kalian dan insya Allah akan dimudahkan dalam menggapai amal tersebut.
[إن الله عزيز حكيم] Allah SWT itu maha kuasa dan ialah sebagai hakim atas hamba-hambanya. Kemudian Allah SWT memisahkan siapa yang menikahi orang-orang musyrik. Yang tidak ada pada ia agama yang kokoh.
[ولا تنكحوا المشركات حتى يؤمن] Janganlah menikahi wanita-wanita musyrik dari orang-orang yang tidak termasuk bukan ahlikitab sebelum mereka beriman kepada Allah dan hari akhir.
[ولأمة مؤمنة خير من مشركة ولو أعجبتكم] Dan budak perempuan yang beriman lebih baik dan lebih utama dari perempuan yang musyrik meskipun perempuan musyrik itu sangat menarik hati kalian dengan kecantikan, harta, dan kemudahan-kemudahan dari mereka.
[ولا تنكحوا المشركين حتى يؤمنوا] Janganlah menikahkan anak-anak kamu dengan orang musyrik sebelum mereka beriman kepada Allah dan rasulnya.
[ولعبد مؤمن خير من مشرك ولو أعجبكم] Menikahkan anak-anak perempuan kalian kepada budak yang beriman lebih baik daripada orang musyrik. Meskipun orang-orang musyrik itu lebih menarik dalam segala hal, keturunan, keindahan.
[أولئك يدعون إلى النار] Mereka yang sudah disebutkan yaitu orang-orang musyrik yang mencegah kalian dalam menjalankan ibadah kalian termasuk pernikahan kalian. Mereka mengajak kalian kepada segala sesuatu yang terhubung dengan neraka. Dan ialah orang kafir dan orang yang fasiq.
[والله يدعو إلى الجنة والمغفرة بإذنه] Allah SWT menginginkan kalian berbuat suatu kebaikan dan mengajak kalian kedalam kesejahteraan. Yaitu adalah perbuatan yang mengarah kepada surga dan terhapusnya dosa.
[ويبين آياته للناس لعلهم يتذكرون] Melapangkan keperluan dan keadilan bagi setiap manusia. Agar menusia itu mengingat dan membedakan antara kebaikan dan keburukan, yang tercela dan yang baik.
[ويسألونك عن المحيض قل هو أذى] Para sahabat bertanya kepada rasul “Bagaimana mendatangi wanita yang sedang haidh. Halal atau haramkah?” maka rasul menjawab “Sesungguhnya hal itu sudah jelas dan penjelasannya tentang syari’at ini.
[فاعتزلوا النساء في المحيض] Ialah menjauhi dengan wanita tersebut saat ia dalam keadaan haidh.
[ولا تقربوهن حتى يطهرن] Maksudnya ialah tidak berhubungan badan dengan wanita yang sedang haidh sampai ia telah habis darah haidh yang keluar darinya dan telah mencucinya. Maksud dari ayat ini ialah tentang tujuan sebenarnya. Lantas pelarangan untuk mendekatinya untuk sekedar hal kecil tidak ada. Yang dilarang ialah berhubungan badan dengan wanita yang sedang haidh. Tidak seperti kaum Yahudi yang masih tetap berhubungan badan dengan wanita haidh.
[فإذا تطهرن فأتوهن من حيث أمركم الله] Yaitu jika wanita tersebut telah membersihkan dirinya dengan air, maka datangilah mereka di tempat yang dihalalkan oleh Allah. Dan tempat itu adalah tempat yang menyenangkan dan menghasilkan anak.
[إن الله يحب التوابين ويحب المتطهرين] Diwajibkan bagi orang-orang untuk bertaubat dari dosanya, dan menjauhkan diri dari keburukan dan menjaganya agar tetap terjaga.
[نساؤكم حرث لكم فأتوا حرثكم أنى شئتم] Istri kalian adalah tempat bercocok tanam. Dan didalamnya ada kasih sayang untuk anak-anak. Maka datangilah istri kalian sesuai pada tempatnya dan jangan melakukan selain hal itu.
[أنى شئتم] Terserah kalian dalam menunaikan perbuatan tersebut. Setelah hubungan melalui tempat ladang atau dapat disebut dengan farji tetapi kaum Yahudi berbeda pendapat “Jika seorang lelaki mendatangi istri-istrinya dalam berhubungan melalui dubur, maka anak yang lahir akan cacat.”
[وقدموا لأنفسكم] Yaitu mengutamakan perbuatan-perbuatan baik yang menjadikan kalian dakhro di akhirat.
[واتقوا الله واعلموا أنكم ملاقوه] Yaitu takut kepada Allah dengan menjauhkan diri dari maksiat. Dan yakin akan tempat kembali kalian kepada Allah dan akan membalas perbuatan kalian atas amal kalian.
[وبشر المؤمنين] Kabarkanlah kabar kemenangan yang besar yaitu masuk ke dalam surga yang nikmat.
[ولا تجعلوا الله عرضة لأيمانكم] Janganlah sekali-kali menjadikan sumpah atas nama Allah. Dengan keinginan melarang perihal yang baik. Mereka bersikeras memegang tangan kanannya seraya berkata “Aku telah bersumpah atas nama Allah dan agar aku dapat memfitnah dengan sumpah itu.” Meskipun ia ingin berbuat baik tetapi kufur dari iman yang justru ia dapatkan. Maknanya ialah “Janganlah kalian banyak bersumpah atas nama Allah. Atau Allah akan menjadikan iman kalian tertutup. Mempertaruhkan nama Allah yang agung dalam segala sesuatu banyak atau sedikit, besar atau kecil. Keinginan untuk bertaqwa dan berbuat baik, maka sesungguhnya bertaubat bukanlah suatu hal yang sia-sia dan tidak berguna. Ibnu Abbas berkata “Janganlah menjadikan Allah suatu kesempatan kepada kepercayaan kamu dan perilaku tersebut tidak dapat membawa suatu kebaikan.”
[أن تبروا وتتقوا وتصلحوا بين الناس] Janganlah menjadikan Allah SWT penyebab pelarangan suatu kebaikan, ketakwaan, dan perbaikan antar manusia.
[والله سميع عليم] Pendengaran Allah lebih kuat daripada kalian. Allah mengetahui segala sesuatu.
[لا يؤاخذكم الله باللغو في أيمانكم]Janganlah menjadikan lisan kalian selalu menyebutkan nama Allah selain untuk bersumpah. Salah seorang dari kalian berkata “Demi Allah janganlah menyekutukannya”
[ولكن يؤاخذكم بما كسبتم قلوبكم] Allah menjadikan kalian seperti apa yang kalian lakukan kepada-Nya hati kalian akan seraya menyambung kepada-Nya.
[والله غفور حليم] Allah besar ampunanya dan Allah tidak memeberatkan ibadah.
الحمد الله رب العالمين