I’jaz al Qur’an

Agustus 27, 2008


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Traditional Arabic”; panose-1:2 1 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:178; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:24577 0 0 0 64 0;} @font-face {font-family:”Trebuchet MS”; panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} span.waqfsign1 {mso-style-name:waqfsign1; font-family:Arial; mso-ascii-font-family:Arial; mso-hansi-font-family:Arial; mso-bidi-font-family:Arial; color:#BB8833;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:360016470; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1252547938 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 {mso-level-tab-stop:.5in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;} @list l1 {mso-list-id:1304428705; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:234668202 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 {mso-level-tab-stop:.5in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;} @list l2 {mso-list-id:1932467011; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1467248136 67698709 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l2:level1 {mso-level-number-format:alpha-upper; mso-level-tab-stop:.5in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;} ol {margin-bottom:0in;} ul {margin-bottom:0in;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:”";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Kemu’jizatan al Qur’an

Al qur’an merupakan mu’jizat yang dinampakkan oleh Allah kepada rasulNya Muhammad saw, dengan menantang manusia untuk membuat semacam al Qur’an itu tetapi mereka tidak mampu

  1. Pengertian

Mu’jizat adalah: perkara luar biasa yang dikaitkan dengan tantangan, tidak yang mampu menandinginya

Tantangan yang dilontarkan oleh al Qur’an diulang berkali-kali:

  1. tantangan pertama adalah agar manusia membuat semacam al qur’an, seperti diungkapkan oleh Allah swt dalam surat al Isra’: 88

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا [١٧:٨٨]

Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”.

  1. tantangan kedua, adalah agar mendatangkan sepuluh surat semacam yang ada dalam al Qur’an. Seperti dalam surat Hud: 13 -14

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ [١١:١٣]

Bahkan mereka mengatakan: “Muhammad telah membuat-buat Al Quran itu”, Katakanlah: “(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat-surat yang dibuat-buat yang menyamainya, dan panggillah orang-orang yang kamu sanggup (memanggilnya) selain Allah, jika kamu memang orang-orang yang benar”.

فَإِلَّمْ يَسْتَجِيبُوا لَكُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا أُنْزِلَ بِعِلْمِ اللَّهِ وَأَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُسْلِمُونَ [١١:١٤]

Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu maka ketahuilah, sesungguhnya Al Quran itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada Tuhan selain Dia, maka maukah kamu berserah diri (kepada Allah)?

  1. Ketiga, tantangan agar manusia membuat satu surat semacam yang ada dalam al Qur’an, seperti dalam surat Yunus : 38

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِثْلِهِ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ [١٠:٣٨]

Atau (patutkah) mereka mengatakan “Muhammad membuat-buatnya”. Katakanlah: “(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar”.

Juga dalam surat al Baqarah:23

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ [٢:٢٣]

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.

  1. bahkan tantangan itu agar manusia mendatangkan pembicaraan semacam yang ada dalam al Qur’an, seperti diungkapkan oleh Allah dalam surat ath Thur : 33 -34

أَمْ يَقُولُونَ تَقَوَّلَهُ ۚ بَلْ لَا يُؤْمِنُونَ [٥٢:٣٣]

Ataukah mereka mengatakan: “Dia (Muhammad) membuat-buatnya”. Sebenarnya mereka tidak beriman.

فَلْيَأْتُوا بِحَدِيثٍ مِثْلِهِ إِنْ كَانُوا صَادِقِينَ [٥٢:٣٤]

Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al Quran itu jika mereka orang-orang yang benar.

Dengan semua tantangan ini ternyata tidak ada yang mampu melayaninya sebagaimana yang dapat disaksikan dalam sejarah.

  1. Sisi – sisi kemu’jizatan al Qur’an

Para ulama telah banyak menyebutkan sisi-sisi kemu’jizatan al Qur’an ini , beberapa diantaranya akan kita uraikan di bawah ini.

  1. sisi bahasa dan gaya bahasa

al Qur’an mencakup segala puncak keindahan gaya berbahasa baik dari sisi fashahahnya (tidak berbelit-belit) dan balaghahnya. Di kalangan ahli satra , tidak diragukan lagi tentang keindahan bahasa yang dipergunakan al Qur’an

  1. sisi ilmu pengetahuan

al Qur’an sebagaimana diketahui, ia diturunkan lebih dari empat belas abad lalu, tetapi saat iu al Qur’an sudah membicarkan tentang berbagai peristiwa alam, misalnya tentang awan yang berjalan, gunung-gunung, penciptaan langit dan bumi, tentang hujan, angin dan lain-lain. Padahal pembicaraan masalah ini sangat intensif dibicarakan oleh ilmu pengetahuan pada saat-saat akhir ini.

  1. sisi perundangan

al Qur’an diturunkan ketika masyarakat dalam masa jahiliyah, tidak memperdulikan moral sebagai manusia seutuhnya, kemudian al Qur’an muncul memberikan solusi yang tepat bagi permasalahan kehidupan yang dihadapi oleh manusia.

MATERI ULUMUL QUR’AN

Juni 6, 2008

Ulumul Qur’an merupakan cabang ilmu tersendiri dari ilmu-ilmu yang berkaitan dengan al qur’an. Sebagaimana diketahui, beberapa ilmu yang berkaitan dengan al Qur’an dinataranya adalah ilmu tajwid, tafsir al qur’an, qira’atul qur’an dan sebagainya.

Ulumul qur’an mempelajari al qur’an dari sisi pengenalan terhadap al qur’an maupun terhadap tatacara penfsiran al qur’an. dari sisi pengenalan terhadap al Qur’an maka dipelajarilah: pengertian wahyu, tatacara wahyu turun, cara penulisan al qur’an dan tranmisi al qur’an dari generasi ke generasi. Model-model ungkapan yang dipergunakan oleh al qur’an dan lain-lainnya yang berkaitan dengan pengetahuan terhadap apa itu al qur’an.

Dari sisi tatacara penafsiran, maka ulumul qur’an menjelaskan model-model penafsiran yang dikembangkan, syarat-syarat menafsirkan al qur’an,model-model bentuk  tafsir, ilmu-ilmu yang perlu dimiliki oleh penafsir dan lain-lain yang berhubungan dengan bagaimana menfasirkan al qur’an sesuai dengan maksud diturunkannya al qur’an.

secara rinci ,materi-materi yang berkaitan dengan ulumul qur’an dapat dilihat di kitab-kitan yang khusus membahas tentang ulumul qur’an.

Karena itulah maka pembahasan dalam ulumul qur’an biasanya mencakup tiga hal: 1) pengertian dari ilmu ‘ulumul qur’an, 2) pengenalan terhadap al qur’an dan 3) tafsir al qur’an.

Khamer,anak yatim dan orang menikah dengan orang musyrik

Juni 6, 2008

Khamer, anak yatim dan menikah dengan orang musyrik

M. Rizal

MA PPMI Assalaam

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ (٢١٩)فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْيَتَامَى قُلْ إِصْلاحٌ لَهُمْ خَيْرٌ وَإِنْ تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لأعْنَتَكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (٢٢٠)وَلا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى يُؤْمِنَّ وَلأمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ وَلا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُوا وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ أُولَئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (٢٢١)وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ وَلا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ (٢٢٢)نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ وَقَدِّمُوا لأنْفُسِكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلاقُوهُ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ (٢٢٣)وَلا تَجْعَلُوا اللَّهَ عُرْضَةً لأيْمَانِكُمْ أَنْ تَبَرُّوا وَتَتَّقُوا وَتُصْلِحُوا بَيْنَ النَّاسِ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (٢٢٤)لا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ (٢٢٥)

219. Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.” Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ” Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir, 220. tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 221. Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. 221. Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. 223. Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman. 224. Jangahlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan mengadakan ishlah di antara manusia. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. 225. Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

Tinjauan Bahasa

[الخمر] Minuman-minuman yang memabukkan, biasa disebut khamr dikarenakan khamr itu menutup akal tidak memberi akal itu suatu titik terang. dan perkataan masyarakat: khamr itu bagaikan lupanya seorang penyanyi dengan lagunya dikarenakan tertutupnya akal.

[الميسر] Perjudian didasari dari kemudahan dikarenakan tiada kerja keras dan rasa lelah. Dan dikatakan kalau barang-siapa berjudi maka kemudahan buat dia untuk menjadi kaya.

[إثم] Khamr disebut sebagai penyebab dosa jikalau meminumnya menyebabkan suatu dosa. Pemegang syari’at berkata “aku telah meminum minuman dosa hingga akalku tenggelam.” Seperi inilah minuman dosa menghilangkan akal.

[العفو] Mengutamakan kelebihan dalam kebutuhan

[أعنتكم] Menjatuhkan kalian dalam rasa bersalah dan kesusahan

[أمة] Komunitas yang didipimpin dan ia membawa kebebasan/kemerdekaan di bawah komandonya.

[المحيض] Dua benda yang mengalir. Dan dikatakan darah haidh akan mengalir sampai habis masanya.

[حرث] Ladang tempat menyebarkan benih dalam tanah. Al-Jauhari berkata yang dimaksud dengan ladang yaitu tempat bercocok tanam dan tempat menumbuhhkan embrio untuk perkembangbiakan.

Tafsir

[يسألونك عن الخمر والميسر] Para sahabat bertanya kepada Rasulullah tentang hukum khamr dan hukum judi

[قل فيهما إثم كبير ومنافع للناس] Dikatakan kepada mereka sesungguhnya dalam penggunaan khamr dan perjudian itu ada suatu bahaya besar dan dosa yang besar pula. Dan ada pula bebarapa manfaat yang dapat dihasilkan.

[وإثمهما أكبر من نفعهما] Bahaya-bahaya itu lebih besar dari manfaatnya. Menghilangkan akal dan membuang uang. Melemahkan badan pada pasien yang diberi khamr. Dan untuk perjudian itu melalaikan jual-beli dan pengharmonisan rumah tangga. Dan menghilangkan persaudaraan antar sesama. Itu semua dapat dilihat dengan jelas akan baik dan buruknya. Dan jelaslah kemungkaran yang ada pada kedua itu.

[ويسألونك ماذا ينفقون قل العفو] Para sahabat bertanya “Apa yang dimanfaatkan dan apa yang ditinggalkan dari harta kami?” dan Rasulullah berkata kepada mereka “Infaqkanlah harta kalian yang paling utama dari kebutuhan kalian dan jangan meng-infaqkan apa yang mereka butuh sedangkan kamu menyesalinya.”

[كذلك يبين الله لكم الآيات] Yaitu seperti yang diterangkan kepada kalian hukum-hukum yang menerangkan kepada kalian manfaat-manfaat, keburukan, yang halal, dan yang haram.

[لعلكم تتفكرون] Wajib bagi kamu untuk berpikir tentang persoalan dunia dan akhirat. Maka ketauilah bahwa yang dunia itu fana dan akhirat itu kekal. Maka ketauilah tentang orang yang berbuat perbaikan. Dan akal salah satu dari apa yang kekal atas apa yang fana.

[ويسألونك عن اليتامى قل إصلاح لهم خير] Para sahabat bertanya kepada Muhammad tentang hak-hak orang miskin atas harta mereka. Rasulullah berkata kepada para sahabat

[وإن تخالطوهم فإخوانكم] Peliharalah mereka dan bergaullah dengan mereka. Jikalau seperti itu maka kalian telah masuk kearah kebaikan lebih baik dari sekedar bergaul dengannya.Jika mereka menjauhkan ia dari hartanya dengan harta kalian didasari atas amal untuk perbaikan mereka. Maka mereka itu termasuk teman kalian dalam menjalankan agama. Dan persahabatan agama lebih kuat daripada teman yang biasa dijumpai. Dan pernyataan dari sini adalah persahabatan dengan maksud untuk perbaikan dan kesejahteraan.

[والله يعلم المفسد من المصلح] Allah SWT lebih mengetahui atas siapa bermaksud untuk khianat dan kerusakan untuk harta mereka sendiri. Dan Allah mengetauhi siapa yang bermaksud untuk mengadakan perbaikan. Suatu saat akan dibalaskan perbuatan mereka kelak.

[ولو شاء الله لأعنتكم] Bisa saja Allah SWT mengkokohkan dalam hal perjuangan kelompok dalam kebaikan. Ditambah pula kelancaran beragama bagi kalian dan insya Allah akan dimudahkan dalam menggapai amal tersebut.

[إن الله عزيز حكيم] Allah SWT itu maha kuasa dan ialah sebagai hakim atas hamba-hambanya. Kemudian Allah SWT memisahkan siapa yang menikahi orang-orang musyrik. Yang tidak ada pada ia agama yang kokoh.

[ولا تنكحوا المشركات حتى يؤمن] Janganlah menikahi wanita-wanita musyrik dari orang-orang yang tidak termasuk bukan ahlikitab sebelum mereka beriman kepada Allah dan hari akhir.

[ولأمة مؤمنة خير من مشركة ولو أعجبتكم] Dan budak perempuan yang beriman lebih baik dan lebih utama dari perempuan yang musyrik meskipun perempuan musyrik itu sangat menarik hati kalian dengan kecantikan, harta, dan kemudahan-kemudahan dari mereka.

[ولا تنكحوا المشركين حتى يؤمنوا] Janganlah menikahkan anak-anak kamu dengan orang musyrik sebelum mereka beriman kepada Allah dan rasulnya.

[ولعبد مؤمن خير من مشرك ولو أعجبكم] Menikahkan anak-anak perempuan kalian kepada budak yang beriman lebih baik daripada orang musyrik. Meskipun orang-orang musyrik itu lebih menarik dalam segala hal, keturunan, keindahan.

[أولئك يدعون إلى النار] Mereka yang sudah disebutkan yaitu orang-orang musyrik yang mencegah kalian dalam menjalankan ibadah kalian termasuk pernikahan kalian. Mereka mengajak kalian kepada segala sesuatu yang terhubung dengan neraka. Dan ialah orang kafir dan orang yang fasiq.

[والله يدعو إلى الجنة والمغفرة بإذنه] Allah SWT menginginkan kalian berbuat suatu kebaikan dan mengajak kalian kedalam kesejahteraan. Yaitu adalah perbuatan yang mengarah kepada surga dan terhapusnya dosa.

[ويبين آياته للناس لعلهم يتذكرون] Melapangkan keperluan dan keadilan bagi setiap manusia. Agar menusia itu mengingat dan membedakan antara kebaikan dan keburukan, yang tercela dan yang baik.

[ويسألونك عن المحيض قل هو أذى] Para sahabat bertanya kepada rasul “Bagaimana mendatangi wanita yang sedang haidh. Halal atau haramkah?” maka rasul menjawab “Sesungguhnya hal itu sudah jelas dan penjelasannya tentang syari’at ini.

[فاعتزلوا النساء في المحيض] Ialah menjauhi dengan wanita tersebut saat ia dalam keadaan haidh.

[ولا تقربوهن حتى يطهرن] Maksudnya ialah tidak berhubungan badan dengan wanita yang sedang haidh sampai ia telah habis darah haidh yang keluar darinya dan telah mencucinya. Maksud dari ayat ini ialah tentang tujuan sebenarnya. Lantas pelarangan untuk mendekatinya untuk sekedar hal kecil tidak ada. Yang dilarang ialah berhubungan badan dengan wanita yang sedang haidh. Tidak seperti kaum Yahudi yang masih tetap berhubungan badan dengan wanita haidh.

[فإذا تطهرن فأتوهن من حيث أمركم الله] Yaitu jika wanita tersebut telah membersihkan dirinya dengan air, maka datangilah mereka di tempat yang dihalalkan oleh Allah. Dan tempat itu adalah tempat yang menyenangkan dan menghasilkan anak.

[إن الله يحب التوابين ويحب المتطهرين] Diwajibkan bagi orang-orang untuk bertaubat dari dosanya, dan menjauhkan diri dari keburukan dan menjaganya agar tetap terjaga.

[نساؤكم حرث لكم فأتوا حرثكم أنى شئتم] Istri kalian adalah tempat bercocok tanam. Dan didalamnya ada kasih sayang untuk anak-anak. Maka datangilah istri kalian sesuai pada tempatnya dan jangan melakukan selain hal itu.

[أنى شئتم] Terserah kalian dalam menunaikan perbuatan tersebut. Setelah hubungan melalui tempat ladang atau dapat disebut dengan farji tetapi kaum Yahudi berbeda pendapat “Jika seorang lelaki mendatangi istri-istrinya dalam berhubungan melalui dubur, maka anak yang lahir akan cacat.”

[وقدموا لأنفسكم] Yaitu mengutamakan perbuatan-perbuatan baik yang menjadikan kalian dakhro di akhirat.

[واتقوا الله واعلموا أنكم ملاقوه] Yaitu takut kepada Allah dengan menjauhkan diri dari maksiat. Dan yakin akan tempat kembali kalian kepada Allah dan akan membalas perbuatan kalian atas amal kalian.

[وبشر المؤمنين] Kabarkanlah kabar kemenangan yang besar yaitu masuk ke dalam surga yang nikmat.

[ولا تجعلوا الله عرضة لأيمانكم] Janganlah sekali-kali menjadikan sumpah atas nama Allah. Dengan keinginan melarang perihal yang baik. Mereka bersikeras memegang tangan kanannya seraya berkata “Aku telah bersumpah atas nama Allah dan agar aku dapat memfitnah dengan sumpah itu.” Meskipun ia ingin berbuat baik tetapi kufur dari iman yang justru ia dapatkan. Maknanya ialah “Janganlah kalian banyak bersumpah atas nama Allah. Atau Allah akan menjadikan iman kalian tertutup. Mempertaruhkan nama Allah yang agung dalam segala sesuatu banyak atau sedikit, besar atau kecil. Keinginan untuk bertaqwa dan berbuat baik, maka sesungguhnya bertaubat bukanlah suatu hal yang sia-sia dan tidak berguna. Ibnu Abbas berkata “Janganlah menjadikan Allah suatu kesempatan kepada kepercayaan kamu dan perilaku tersebut tidak dapat membawa suatu kebaikan.”

[أن تبروا وتتقوا وتصلحوا بين الناس] Janganlah menjadikan Allah SWT penyebab pelarangan suatu kebaikan, ketakwaan, dan perbaikan antar manusia.

[والله سميع عليم] Pendengaran Allah lebih kuat daripada kalian. Allah mengetahui segala sesuatu.

[لا يؤاخذكم الله باللغو في أيمانكم]Janganlah menjadikan lisan kalian selalu menyebutkan nama Allah selain untuk bersumpah. Salah seorang dari kalian berkata “Demi Allah janganlah menyekutukannya”

[ولكن يؤاخذكم بما كسبتم قلوبكم] Allah menjadikan kalian seperti apa yang kalian lakukan kepada-Nya hati kalian akan seraya menyambung kepada-Nya.

[والله غفور حليم] Allah besar ampunanya dan Allah tidak memeberatkan ibadah.

الحمد الله رب العالمين

HUKUM QISHASH DAN WARIS

Juni 6, 2008

TAFSIR SURAT AL BAQARAH: 177 – 182

( HUKUM QISHASH DAN WARIS)
MAKALAH INI DIBUAT UNTUK MELAKSANAKAN TUGAS AKHIR TAHUN PELAJARAN ‘ULUMUL QUR’AN
M.IQBAL AZHARI
XI IPA 1 MA
PONDOK PESANTREN MODERN ISLAM ASSLAAM
TAHUN AJARAN 2007/2008
————————————————————————-
TAFSIR SURAT AL BAQARAH: 177 – 182

( HUKUM QISHASH DAN WARIS)

A. Ayat 177-182

* لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ (١٧٧)يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى الْحُرُّ بِالْحُرِّ وَالْعَبْدُ بِالْعَبْدِ وَالأنْثَى بِالأنْثَى فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ذَلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ فَمَنِ اعْتَدَى بَعْدَ ذَلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ (١٧٨)وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَا أُولِي الألْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (١٧٩)كُتِبَ عَلَيْكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ إِنْ تَرَكَ خَيْرًا الْوَصِيَّةُ لِلْوَالِدَيْنِ وَالأقْرَبِينَ بِالْمَعْرُوفِ حَقًّا عَلَى الْمُتَّقِينَ (١٨٠)فَمَنْ بَدَّلَهُ بَعْدَمَا سَمِعَهُ فَإِنَّمَا إِثْمُهُ عَلَى الَّذِينَ يُبَدِّلُونَهُ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (١٨١)فَمَنْ خَافَ مِنْ مُوصٍ جَنَفًا أَوْ إِثْمًا فَأَصْلَحَ بَيْنَهُمْ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (١٨٢)

B. Terjemahnya

177.kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat.tetepi kebajikan itu adalah beriman kepada allah, hari akhir, malaikat,kitab kitab nabi nabai,dan memberiakn harta yang dicintainya ke kerabat dekat,ank yatim orang orang miskin orang orang yang musafir peminta minta dan untik memerdekakan hamba sahay dan melaksanakan shalat menunaikan zakatorang orang yang menepati janji apabila merka berjanji dan orang yang sabar dalam kemelaratan penderitaan pada masa peperangan meraka itulah yang benar takwanya

182. wahai orang yang beriman diwajibkan atasmu melaksanakan qishash berkenaan dengan orang yang membunuh.orang merdeka denag orang merdeka hamba sahaya dengan hamba sahaya permpuan denga perempuan.tapi barang siapa yang memperoleh maaf dari saudaranya hendaklah ia mengikutinya dengan baik pula. demikian itu adalah keringanan dan rahmat dari tuhanmu.barang siapa yang melampaui batas setelah iyu maka ia akan mendapatkan azab yang sangat pedih

179.dan dalam qishash itu ada jaminan kehidupan bagimu,hai orang oarng yang berakal ,supaya kamu berakal supaya kamu bertakwa.

180.diwajibkan atasmu apabila seseorang siantaramu kedatangan tanda tanda maut,jika ia meninggalkan harta baynak berwasiat untuk bapk ibu dan karib kerabatsecara ma’ruf.ini adalah kewajiban atas orang orang yang bertakwa

181.maka barangsiapa yang mengubah wasiatitu setelah ia mendengarnya maka sesungguhnya dosanya adalah bagi orang orang yang mengubahnyasesungguhnya allah maha mendengar lagi maha mengetahui.

182.akan tetapi barang siapa yang khawatir terhadap orangorang yang berwasiat itu berlaku berat sebelah atau berbuat dosa lalu ia mendamaikan antara mereka maka tidak ada dosa baginya.sesungguhnya allah maha pengampun lagi maha penyayang.

C. Tafsir

Bukanlah perbuatan baik berkisar menghadapkan wajah ketika shalat ke arah timur dan barat.

2.Tetapi ketaatan dan kebajikan sesungguhnya beriman kepada allah dan hari akhir.

3.Beriman kepada malaikat kitab-kitab dan rasul-rasul

4.Memberikan harta kepada yang dicintai kekerabat dekat.Mereka itulah yang berhak mendapatkannya

5.Dan anak yatim orang miskin dan dan orang yang dalam bepergian (musafir)

6.Orang orang yang minta pertolongan membebaskan tawanan budak dengan tebusan

7.Dua rukun Islam yaitu shalat dan zakat

8.Orang yang menepati janji dan tidak mengingkari janji

9.Sabar terhadap musibah ketika perang di jalan allah.Ini adalah kedudukan yang yang mulia

10.Orang orang yang sifatnya terpuji inilah mereka itul iman yang benar dan mereka yang sempurna takwanya dan akan menemui ketenangan dan banyak kebaikan

11.Diwajibka atas kalian meng-qishashkan bagi yang membunuh secara benar tanpa menganiaya dan balas dendam

12.Qishash kepada yang melakukan okum l,jika membunuh hamba yang merdeka maka bunuhlah hamba yang merdeka,jika membunuh budak maka bunuhlah budak,dan jika membunuh perempuan maka bunuhlah perempuan sesuai dengan perumpamaan dan tidak melampaui batas.Dan jika membunuh selain orang yang membunuh dengan qishash itu adalah perbuatan yang zhalim dan melampaui batas

13.Barang siapa yang ditinggalkan saudaranya sesuatu yang terbunuh,dan hilang hukuman qishash diganti dengan diat.

14.Perbuatan memaafkan kepada orang yang membunuh dengan meminta diat tanpa kekerasan dan tanpa berbuat lalim .Dan orang yang membunuh melaksanakan diat jika telah dimaafkan oleh keluarga yang terbunuh tanpa menunda-nunda dan tidak menguranginya.

15.Telah disyariatkan bagi kalian memaafkan orang yang membunuh sehingga okum qishash menjadi diat.Itu merupakan keringanan dari tuhan kalian dan kasih sayangnya kepada kalian .Dan diat bermanfaat bagi keluarga yang terbunuh.Islam telah sepakat dalam masalah okum pembunuhan antara keadilan dan kasih okum .Dan menjadikan hukum qishash hukum yang pantas untuk keluarga yang membunuh jika keluarga si pembunuh meminta balasan .maka hukuman qishash-lah yang adil bagi mereka.dan diwajibkan hukuman diat jika telah gugur hukuman qishash.

17.Barangsiapa yang berlebihan jika telah terima diat maka ia akan mendapatkan azab yang pedih.

18.Disyariatkan qishash ada kehidupan karena bagi orang yang telah mengetahuinya bahwa jika ia membunuh satu jiwa maka ia akan dibunuh dan ia akan dicela karena perbuatan tersebut.Maka ia akan menjaga kehidupannya sendiri dan kehidupan orang yang ingin ia bunuh.Dan memelihara darah dan menjaga kehidupan seluruh umat manusia

19.Semoga kalian mensucikan diri dan takut dengan yang diharamkan oleh allah.

20.Diwajibkan atas kalian jika salah satu dari kalian menghadapi maut dan meniggalkan harta banyak.

21.Wajib baginya berwasiat untuk kedua orang tua dan kerabat dekat.

22.Dengan adil dan tidak menambah sepertiga dan tidak berwasiat kepada orang kaya sehingga meninggalkan orang miskin.Ini wajib kepada orang orang yang bertaqwa kepada allah.Ini menjadi wajib sebelum turunnya ayat waris dan dihapus dengan ayat waris yang lain.

23.Mengubah wasiat ini setelah ia mengetahuinya dari orang yang berwasiat atau saksi.

24.Dosa bagi yang mengganti wasiat karena mereka telah berkhianat dan berselisih dengan okum syariat

25.Di dalamnya terdapat ancaman keras terhadap orang yang mengganti wasiat tersebut.

26.Dan barang siapa yang mengetahui atau berprasangka dari kebenaran

27.Cenderung dari yang benar dengan sengaja

28.Memperbaiki antara yang berwasiat dan yang diwasiatkan tidak ada dosa baginya atas pergantian tersebut

29.Maka luas ampunan dan kasih okum allah bagi yang bermaksud memperbaiki.

D. Kesimpulan.

1. Setiap perbuatan pembunuhan harus dibalas dengan qishash .Dan jika telah dimaafkan maka pengganti okum qishash adalah diat.
2. Orang yang berhak mendapatkan waris pertama kali adalah orang tua dan kerabat dekat.
3. membayar diat tidak boleh di ulur-ulur dan tidak menguranginya sedikt pun
4. Kebaikan yang sebenarnya adalah beriman kepada allah, beriman kepada hari akhir malaikat malaikat kitab-kitab rasul-rasul.
5. Harus menepati janji dan tidak mengingkarinya

E. Maraji’
Muhammad Aly Ash shobuni…………………..

TANGGAPAN ISLAM TERHADAP ANGGAPAN-ANGGAPAN YAHUDI

Juni 6, 2008

Tugas Tafsir al-maroghi

Guna memenuhi tugas akhir ulumul qur’an

Disusun oleh : Genta Sies Arie Wibisono

Kelas : XI IPA 1 MA

MADRASAH ALIYAH PPMI ASSALAAM
2007/2008

B. Al-Baqoroh Ayat 136-141
قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ (١٣٦)فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (١٣٧)صِبْغَةَ اللَّهِ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ صِبْغَةً وَنَحْنُ لَهُ عَابِدُونَ (١٣٨)قُلْ أَتُحَاجُّونَنَا فِي اللَّهِ وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ وَلَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُخْلِصُونَ (١٣٩)أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأسْبَاطَ كَانُوا هُودًا أَوْ نَصَارَى قُلْ أَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَتَمَ شَهَادَةً عِنْدَهُ مِنَ اللَّهِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ (١٤٠)تِلْكَ أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُمْ مَا كَسَبْتُمْ وَلا تُسْأَلُونَ عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ (١٤١)

B. Terjemah

135. Dan Mereka berkata : “Hendaklah kamu menjadi penganut agama yahudi atau nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk” katakanlah “ tidak bahkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang-orang yang musyrik”
136. katakanlah “(hai orang-orang mu’min) kami beriman pada Allah dan apa Yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq dan Ya’qub dan anak cucunya dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa Serta apa yang diberikan Kepada Nabi-Nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun diantara mereka dan kami hanya tunduk dan patuh kepada-Nya”
137. maka jika mereka beriman kepada-Nya yang kamu telah beriman kepada-Nya, sungguh mereka telah Mendapat Petunjuk dan jika Mereka berpaling, Sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu), Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui
138. shibgah Allah dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya lah kami menyembah.
139. katakanlah: “ apakah kamu memperdebatkan kami tentang Allah, padahal Dia adalah Tuhan Kami dan Tuhan Kamu. Bagi kami amalan kami dan bagi kamu amalanmu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati”
140. ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Ismail, Ishaq, Dan Ya’qub dan anak cucunya adalah penganut agama Yahudi Atau Nasrani? Katakanlah: “ Apakah kamu yang lebih mengetahui Ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah Yang ada Pada-Nya?” dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.
141. itu adalah Umat yang terdahulu baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang telah kamu usahakan dan kamu tidak akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang kamu kerjakan.

C. Tafsir
  •     
Orang-orang yahudi dan nasrani berkata : “tidak ada agama dan tidak akan diterima Allah selain orang-orang yahudi dan nasrani” bagi orang yahudi Musa adalah sebaik-baiknya Nabi dan kitabnya lebih utama daripada kitab-kitab lain dan Agamanya sebaik-baik Agama dan mereka ingkar terhadap Isa dan injil dan Muhammad dengan Al-qur’an. Sedangkan bagi orang-orang nasrani hidayah khusus turun kepada mereka dan isa adalah sebaik-baiknya Nabi begitu juga kitab dan Agamanya dan sungguh mereka ingkar terhadap Musa dan taurat dan Muhammad dan Al-Qur’an meskipun orang-orang shahih berkata :”Ibrahim adalah orang yang diberi petunjuk sedangkan ia bukanlah yahudi ataupun nasrani”dan merekapun bersepakat bahwasanya Ibrahim adalah orang yang diberi petunjuk dan imam mereka.

     
Mereka berkata (yahudi & nasrani) : namun kami mengikuti ajaran Ibrahim yang mereka tidak berselisih di dalam petunjuknya, maka ajarannya tidaklah terdapat perubahan dan pertentangan di dalamnya.

     
Dan bukanlah Ibrahim itu termasuk dari sebagian orang-orang yang menyekutukan Allah.

 •                   •  
Mereka berkata: “kami beriman dengan kenabian para Nabi dan Rasul dengan ketaatan bagi Tuhan semesta alam maka tidaklah kami ingkar terhadap salah satupun dari mereka didalam dakwahnya dan seruannya pada masanya tetapi kami jujur sejujurnya dan tidaklah membahayakan kami bila terjadi perubahan sebagian atau hilang ajarannya sebagian, maka sesungguhnya iman secara global terhadap apa yang diturunkan pada kami saja.”
Diriwayatkan Imam Bukhari dari Abu Hurairah bahwasanya ada seorang ahli kitab membaca taurat dan menafsirkannya dengan bahasa Arab Untuk orang muslim maka berkatala Rasulullah “ Janganlah kalian mempercayai Ahli kitab tersebut, dan janganlah kamu(Ahli Kitab) berbohong pada mereka” lalu turunlah ayat diatas.

    
Janganlah kita beriman dengan sebagian Nabi lalu mengkafirkan yang lain seperti golongan Yahudi dan Nasrani yang hanya mengimani Rasul mereka saja, Namun kita harus bersaksi bahwasanya seluruh Rasul Allah diutus dengan petunjuk dan kebenaran.

   
Dan kami adalah orang-orang yang tunduk dengan ketaatan dan beriman dengan ubudiyahnya ( beribadah pada-Nya) dan ini merupakan iman yang benar dan bukanlah kalian (Yahudi dan Nasrani) yang seperti itu, karena kalian mengikuti hawa nafsu kalian.
         
Maka jika orang-orang yang beriman yang benar terhadap Allah dan dengan apa yang diturunkan pada para Nabi & Rasul seperti kami beriman dan kami meninggalkan sesuatu dari mereka dan sesembahan selain Allah di sebagian kabar gembira dan mereka menjadikan Rasul itu tuhan atau anak tuhan, maka sungguh mereka telah diberi hidayah pada kebenaran seperti kalian diberi hidayah
 •      
Dan jika mereka telah memperlihatkan seperti apa yang kamu serukan pada mereka sekembalinya mereka dari Agama mereka yang mereka percayai, dan mereka membedakan diantara Rasulullah maka mereka membenarkan sebagian dan mereka mengingkari sebagian yang lain maka sungguh diperintahkan pada mereka untuk membatasi permusuhan dan pertentangan dan segala yang dapat menyebabkan perselisihan diantara mereka dan diantara kalian.
       
Allah memeliharamu dan membantu dakwahmu dan menolongmu atas mereka dengan pertolongan yang sungguh-sungguh.
Dan sungguh telah terlaksana janji Allah kepada Nabi dan orang-orang yang beriman,maka Musa membunuh Bani quraidzhoh dan mengasingkan Bani Nadhir ke Syam, dan ia mendengar terhadap apa yang mereka katakan dengan lisan mereka dan mulut mereka dari seruan terhadap kekafiran dan kesesatan, mengetahui terhadap apa yang mereka sembunyikan bagimu dan bagi sahabatmu yang beriman dari iri dan dengki.
  
Allah mencelupkan kita dan mensucikan kita atas persiapan terhadap kebenaran dan iman yang datang dengannya melalui Para Nabi dan Rasul.
     
Tak ada seorangpun yang menjadikan celupannya lebih baik daripada celupan Allah maka sungguh Dia adalah yang mencelupkan Hambanya dengan keimanan,dan membersihkan mereka dari nilai-nilai kekafiran,dan membebaskan dari kemusyrikan, maka dia adalah Kumpulan dari selurauh kebaikan yang tak dapat dipertentangkan hati, dan mensucikan jiwa dan apa yang menyandarkan berita dan kabar dari ahli kitab pada Agama, maka dia merupakan celupan basyariyah dan celupan insaniyah, yang membuat Agama yang satu memiliki mazhab yang berbeda,dan umat yang berbeda-beda.
    
Dan janganlah menyembah selain kepada-Nya, maka janganlah kita menjadikan kabar dan berita dengan menambah di dunia ataupun menguranginya dan mereka
Dan dalam ayat bahwasanya islam belum mensyariatkan amalat khusus yang menjadi perbedaan umat muslim selain-Nya, seperti yang disyariatkan orang-orang Nasrani dengan ibadahnya, namun apa yang dicelupkan Allah dengan kesucian dan keselamatan merupakan bagian dari ikhlas dan tegaknya cinta terhadap kebaikan.
              
Sesungguhnya kebenaran agama diserukan pada Yahudi dan Nasrani dan Sebagian dari mereka berkata ” tidak akan masuk surga kecuali Orang-orang Yahudi dan Nasrani” dan sebagian yang lain berkata “ Yahudi dan Nasrani telah diberi petunjuk” dan darimana datangnya kedekatan dengan Allah selain kita, dan Allah adalah tuhan kalian dan Tuhan mereka dan Tuhan semesta alam, dan Dia adalah pencipta seluruh ciptaan-Nya, dan sesungguhnya keutamaan Manusia dengan perbuatannya, dan pengaruh perbuatan kita kembali pada kita baik itu kebaikannya maupun keburukannya, dan pengaruh yang seperti itu bagi kalian atas niat, dan kita orang-orang yang ikhlas baginya dalam amalan kita tidak layak kecuali menghadapnya……………………………………………………………………………..
Dan kesimpulannya bahwa sesungguhnya ruh agama itu adalah tauhid,dan menjalani perintah yang terungkap dengan islam dengan ikhlas, maka jika maksud ini telah hilang dan telah tejaga amalan……………dan ahli kitab menghilangkan ruh ini dan menjaga gambaran taqlid maka mereka itu bukanlah suatu bagian dari agama tetapi Muhammad SAW datang dengan menghidupkan ruh itu yang dibawa atas seluruh Nabi dan Rasul,maka dia yang menyempurnakan kejelekan……………………yang dibenarkan oleh seluruh kabar gembira di setiap waktu dan tempat,
  •       •  
Apakah mereka berkata: mengkhususkan kalian dengan mendekatkan diri kepada Allah selain kami adalah dari Allah dia Adalah tuhan kami dan yuhan kalian, ataukah kalian berkata: sungguh kalian diistimewakan Dengan yahudi dan nasrani yang mana kalian diatasnya sesungguhnya diantara mereka ada Para Nabi, maka jika mereka kembali maka kalian adalah orang-orang yang berdusta dengan apa yang kalian katakana maka sungguh ini adalah 2 nama yang telah diceritakan sebelumnya, Maka dikatakan nama Yahudi kecuali sebelum Musa, dan dikatakan Nama Nasrani kecuali sebelum Isa, maka bagaimana kalian mengakui Ibrahim adalah Seorang Yahudi atau Nasrani? Dan hilangnya kesaksian Akal olej kedustaan kalian.
     
Apakah kalian Lebih mengetahui apa yang diridhai bagi Allah, Ataukah Allah lebih mengetahui apa yang diridhainya dan apa yang diterimanya? Tak ada keraguan bahwasanya Allah maha mengetahui hal itu disbanding kalian, dan sungguh manusia memohon Ridha….Ibrahim dan kalian mengetahui hal itu dan kalian telah mencatat kejujuran nya setelah……….yahudi dan nasrani maka kalian tidak meridhai agama ini bagi diri kalian?
       
Tak ada seorangpun yang lebih sesat dari orang yang menyembunyikan ketetapan syahadat dalam kitab Allah memberikan kabar gembira bahwasanya Allah menetapkan didalamnya Nabi dari golongan Saudara mereka dan mereka adalah bangsa arab dari keturunan Ismail. Dan mereka tidak membuang apa yang mereka sembunyikan itu, mereka meingkari atas selain keterangan dalam taurat, dan orang-orang yang mengubah atas keterangan atasnya.
     
Dan Allah tidak meninggalkan dengan sia-sia terhadap perintah pada kalian, namun Ia menyiksa kalian dengan seberat-beratnya azab. Dan dia meliputi dengan apa yang kalia datangkan dan apa yang kalian tinggalkan.
dan tidaklah disembunyikan apa yang di dalam ini dari janji dan hukum………..
 •        •       
Sesungguhnya seluruh Nabi telah merasakan kematian .dan baginya apa-apa yang telah mereka perbuat dari amalan mereka. Dan bagi kalian apa yang telah kalian perbuat darinya, dan tidak ditanya satupun dari amalan selainnya, namun ditanya amalan drinya sendiri dan dibalas dengannya, maka tidak membahayakan dan tidak bermanfaat selain amalannya sendiri. Dan kaidah ini menegakkan Agama dan menguatkan akal seluruhnya..
Tetapi mayoritas kebodohan telah membuat manusia menyandarkan diri dalam meminta pertolongan akhirat, dan sebagian maslahat dunia atas kemuliaan orang-orang shalih, dan menolonh mereka atas itu kepala-kepala agama maka mereka mengawali nash-nash agama ………..kemudian datanglah Al-qur’an dan mengulang ikatan pertolongan dengan amalan dan perbuatan, dan membuang….dengan para nabi dan orang-orang shalih bagi barang siapa yang belum meyakini dengan mereka dalam amalan yang shalih, dan sungguh telah berhaji dengan itu para ahli kitab yang ………….dengan salaf” mereka dan ………. Atas syafaat………untuk memutuskan……..dalam syafaat itu.
Dan atas kami ma’asyiral muslimin untuk kami menjadikan…………………dalam amalan kami kaidah-bagian atas amal- dan tidak dengan syafaat salaf kami yang shalih, dan kami menjadikannya jalan dalam keberhasilan jika kami menahan diri dari urusan itu. Maka setiap dari salaf dan pertentangan……..dengan amalnya.dan tidak bermandaat satupun amalan selainnya. Dan Allah ta’ala memberi Taufiq pada kami untuk apa yang dicintainya dan dirhidhainya….

D.Kesimpulan
Kesimpulan daei ayat dan tafsir diatas antara lain:
• Orang-orang Yahudi dan Nasrani menganggap bahwasanya agama mereka adalah agama yang benar dan mereka mengajak orang-orang yang beriman untuk memeluk Agama mereka
• Janganlah kita mengimani sebagian nabi saja namun kita harus mengimani seluruh nabi dan rasul yang terdapat dalam Al-qur’an
• Orang-orang mu’min beriman dengan apa yang dibawa oleh Ibrahim, Ismail dan Ishaq serta anak cucunya
• Hanya pada Allah selayaknya kita mengikhlaskan hati
• Kita akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang telah kita kerjakan di dunia dan kita akan mendapat balasan sesuai dengan yang telah kita kerjakan
• Celupan Allah adalah sebaik-baik celupan
• Allah memelihara dan menolong orang-orang yang beriman
• Sesungguhnya jika orang-orang Yahudi dan Nasrani beriman pada Allah mereka adalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk dan jika Mereka berpaling sungguh mereka adalah musuh bagi orang-orang yang beriman.

SIKAP ORANG YAHUDI TERHADAP PARA RASUL DAN KITAB-KITAB YANG DITURUNKAN ALLA

Juni 6, 2008

TAFSIR SURAT AL BAQARAH 87-91
(SIKAP ORANG YAHUDI TERHADAP PARA RASUL DAN KITAB-KITAB YANG DITURUNKAN ALLAH)

MAKALAH INI DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI
TUGAS ULUMUL QUR’AN

OLEH :

ACHMAD FAUZAN

NIS : 1689
Kelas : XI
Program : Ilmu Pengetahuan Alam

MADRASAH ALIYAH
PONDOK PESANTREN MODERN ISLAM ASSALAAM
2008
——————————————–
-Ayat Al-qur’an
وَقَالُوا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ إِلا أَيَّامًا مَعْدُودَةً قُلْ أَتَّخَذْتُمْ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدًا فَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ عَهْدَهُ أَمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ (٨٧)بَلَى مَنْ كَسَبَ سَيِّئَةً وَأَحَاطَتْ بِهِ خَطِيئَتُهُ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (٨٨)وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (٨٩)وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لا تَعْبُدُونَ إِلا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلا قَلِيلا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُعْرِضُونَ (٩٠)وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ لا تَسْفِكُونَ دِمَاءَكُمْ وَلا تُخْرِجُونَ أَنْفُسَكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ ثُمَّ أَقْرَرْتُمْ وَأَنْتُمْ تَشْهَدُونَ (٩١)

-Terjemah
87. Dan Sesungguhnya kami Telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan kami Telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan Telah kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus[69]. apakah setiap datang kepadamu seorang Rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; Maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?
88. Dan mereka berkata: “Hati kami tertutup”. tetapi Sebenarnya Allah Telah mengutuk mereka Karena keingkaran mereka; Maka sedikit sekali mereka yang beriman.
89. Dan setelah datang kepada mereka Al Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka[70], padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, Maka setelah datang kepada mereka apa yang Telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka la’nat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.
90. Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang Telah diturunkan Allah, Karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya[71] kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan[72]. dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.
91. Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kepada Al Quran yang diturunkan Allah,” mereka berkata: “Kami Hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami”. dan mereka kafir kepada Al Quran yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Quran itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: “Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?”

[69] Maksudnya: kejadian Isa a.s. adalah kejadian yang luar biasa, tanpa bapak, yaitu dengan tiupan Ruhul Qudus oleh Jibril kepada diri Maryam. Ini termasuk mukjizat Isa a.s. menurut Jumhur musafirin, bahwa Ruhul Qudus itu ialah malaikat Jibril.
[70] maksudnya kedatangan nabi Muhammad s.a.w. yang tersebut dalam Taurat dimana diterangkan sifat-sifatnya.
[71] Maksudnya: Allah menurunkan wahyu (kenabian) kepada Muhammad s.a.w.
[72] Maksudnya: mereka mendapat kemurkaan yang berlipat-ganda yaitu kemurkaan Karena tidak beriman kepada Muhammad s.a.w. dan kemurkaan yang disebabkan perbuatan mereka dahulu, yaitu membunnuh nabi, mendustakannya, merobah-robah isi Taurat dan sebagainya.

-Tafsirnya
*Telah kami turunkan kepada Musa kitab Taurat
*kami telah berikan kepada Musa tanda-tanda kenabian dan mukjizat dan telah dijelaskan dalil-dalil atas kenabiannya
*sengsara dan menjauhkan mereka dari rahmat disebabkan kekafiran mereka dan kesesatan mereka
*maka sedikit dari mereka yang beriman,atau mereka beriman dengan iman yang dangkal,dan mereka beriman dengan sebagiankitab dan mereka ingkar dengan sebagian yang lain.
*maka ketika Muhammad diutus,orang-orang yang mengetahuinya dengan benar,mereka ingkar dengan wahyunya
*Allah melaknat atas orang-orang yahudi yang kafir dengan rasul penutup
*mereka kafir dengan qur’an yang telah diturunkan Allah
*mekeka dengki dan meminta apa yang tidak mereka punya
*mereka kemli dengan kemarahan dari Allah yang lebih atas kemarahan sebelumnya
*mereka beriman dengan apa yang diturunkan Allah dari qur’an dan mereka membenarkannya dan mengikutinya

Fauzan robben foe

JANJI BANGSA ISRAIL

Juni 6, 2008

TAFSIR DARI SURAT AL-BAQOROH AYAT 83-86 KITAB SOFWATU TAFSIR JILID 1 HALAMAN 74-75

Oleh:
Abdillah Amiruddin
XI IPA I MA

A.AYAT
B.MAKNA AYAT.

83. Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israel (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhijanji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

84. Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya.

85. Kemudian kamu (Bani Israel) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian dari padamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.

86. Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.

C.TAFSIR
(83)
[dan ingatlah ketika kami mengambil janji dari Bani Israil] ingatlah ketka kami mengambil janji wahai orang-orang yahudi [kamu tidak menyambah selain Allah] janganlah menyembah selain Allah [dan kepada dua orang tua dengan kebaikan] Allah menyuruh kita untuk berbuat baik kepada dua orang tua [dan kepada kerabat,dan anak yatim,dan orang miskin] dan kita disuruh juga untuk berbuat baik kepada sanak saudara,dan anak yatim yang telah meninggal ayahnya dan ia masih kecil dan orang miskin yangtidak memiliki harta [dan berkatalah kepada manusia dengan baik] perkataan yang menjaga dari dosa,lembut dan dengan perkataan yang baik [dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat] shalatlah dan zakatlah seperti yang telah diwajikan oleh Allah SWT atas kalian dari rukun-rukun yang teratas karena itulah ibadah yang paling besar [kemudin kalian ingkar janji kecuali sebagian kecil dari kalian dan kalian selalu berpaling] kemudian kalin ingkar janji dan tidak melaksanakan kewajiban kecuali sebagian dari kalian.

(84)
[dan ingatlah ketika kami mengambil janji kalian janganlah kalian menumpahkan darah kalian] ingatlah juga wahai Bani Israil ketika kami mengambil atas kalian penepatan janji untuk tidak membunuh sebagian diantara kalian [dan janganlah kalian mengusir diri kalian dari kampung halaman kalian] dan janganlah mengusir dari sebagian kalian atas sebagian yang lain dengan mengusir dari kampong halaman [kemudian kalian berikrar dan bersaksi] kemudian kalin mengetahui janji dan kewajiban kalian dan kalian bersaksi.

(85)
[kemudian kalian membunuh diri kalian sendiri] kemudian kalian kalian mingingkari juga janji kalian wahai orang-orang yahudi setelah kalian berikrar dengannya,maka kalian membunuh saudara seagama kalian [dan kalian mengusir sebagian dari kalian dari kampung halaman kalian] seperti yang kalian lakukan dengan mengusir sebagian kalian dari kampong halaman kalian [kalian saling membantu merekadalam kejahatan dan permusuhan] saling tolong menolong dengan mereka dalam kemaksiatan dan kedzaliman [dan jika mereka datang sebagai tawanan,kalian tebus mereka] dan jika mereka datang dalam keadan sebagai tawanan,kalian membayar dengan harta untuk menebus mereka dari tawanan [padahal kalian dilarang mengusir mereka] maka bagaimana kalian membunuh dan mengusir mereka dari kampung halaman mereka ? [apakah kalian beriman kepada kitab dan ingkar kepada sebagian yang lain ] apakah kalin beriman terhadap sebagian dari kitab taurat dan kafir terhadap sebagian yang lain,karena kalian antara kafir dan beriman dan orang yang kafir terhadap sebagian dari ayat Allah SWT sama saja dengan kafir terhadap kitab secara keseluruhan dan atas perbuatan mereka ini Allah SWT berfirman [maka tidak ada balasan bagi orang yang berbuat demikian selain kenistaan dalam kehidupan dunia] apa-apa balasan yang mereka terima dari yang mereka lakukan yaitu mengimani sebagian kitab dan kafir terhadap sebagian yang lain adalah kenistaan dan bagi mereka adzab di dunia [dan pada hari kiamat mereka akan dikembalikan kepada adzab yang palin berat] mereka di akhirat akan diberikan adzab yang amat berat dan kekal,karena adzab yang kekal tidak akan pernah berhenti [dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan] didalamnya peringatan Allah terhadap mereka,kemudian Allah SWt mengabarkan karena sebab-sebab itu maka Allah berkata

(86)
[mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan akhirat] mereka telah melakukan perbuatan yang sangat merugikan dengan mengganti kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat [maka tidak diringankan adzabnya] tidaklah diringankan adzab meeka walaupun hanya satu jam [dan mereka tidak akan ditolong] dan tidaklah atas mereka pertolongan untuk menolong mereka,dan tidaklah diringankan dari adzab Allah SWT.

D.KESIMPULAN
Dari tafsiraran ayat diatas,dapat disimpulkan bahwa :
1.Bani Israil adalah umat yang selalu membangkang dan mengingkari janji mereka
2.Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua,anak yatim,dan orang miskin
3.Allah SWT memerintahkan untuk bertutur kata yang baik
4.Diharamkan bagi umat muslim untuk mengimani Al-Qura’an secara setengah-setengah
5.Orang yang membeli kehidupan dunianya dengan akhirat adalah orang yang merugi

SIKAP ORANG YAHUDI TERHADAP RASUL DAN KITAB-KITAB YANG DITURUNKAN OLEH ALLAH

Mei 27, 2008

SURAT AL BAQARAH: 87 : 91

SIKAP ORANG YAHUDI TERHADAP PARA RASUL DAN KITAB-KITAB YANG DITURUNKAN ALLAH

A. AYAT:

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِنْ بَعْدِهِ بِالرُّسُلِ وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ أَفَكُلَّمَا جَاءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لا تَهْوَى أَنْفُسُكُمُ اسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ (٨٧)وَقَالُوا قُلُوبُنَا غُلْفٌ بَلْ لَعَنَهُمُ اللَّهُ بِكُفْرِهِمْ فَقَلِيلا مَا يُؤْمِنُونَ (٨٨)وَلَمَّا جَاءَهُمْ كِتَابٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ وَكَانُوا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُونَ عَلَى الَّذِينَ كَفَرُوا فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ فَلَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الْكَافِرِينَ (٨٩)بِئْسَمَا اشْتَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ أَنْ يَكْفُرُوا بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ بَغْيًا أَنْ يُنَزِّلَ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ عَلَى مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ فَبَاءُوا بِغَضَبٍ عَلَى غَضَبٍ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ مُهِينٌ (٩٠)وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا نُؤْمِنُ بِمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرُونَ بِمَا وَرَاءَهُ وَهُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِمَا مَعَهُمْ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنْبِيَاءَ اللَّهِ مِنْ قَبْلُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (٩١)

B. Terjemah:

87. Dan Sesungguhnya kami Telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan kami Telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan Telah kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus[69]. apakah setiap datang kepadamu seorang Rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; Maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?

88. Dan mereka berkata: “Hati kami tertutup”. tetapi Sebenarnya Allah Telah mengutuk mereka Karena keingkaran mereka; Maka sedikit sekali mereka yang beriman.

89. Dan setelah datang kepada mereka Al Quran dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka[70], padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, Maka setelah datang kepada mereka apa yang Telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka la’nat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu.

90. Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang Telah diturunkan Allah, Karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya[71] kepada siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan[72]. dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.

91. Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kepada Al Quran yang diturunkan Allah,” mereka berkata: “Kami Hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami”. dan mereka kafir kepada Al Quran yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Quran itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: “Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?”

[69] Maksudnya: kejadian Isa a.s. adalah kejadian yang luar biasa, tanpa bapak, yaitu dengan tiupan Ruhul Qudus oleh Jibril kepada diri Maryam. Ini termasuk mukjizat Isa a.s. menurut Jumhur musafirin, bahwa Ruhul Qudus itu ialah malaikat Jibril.

[70] maksudnya kedatangan nabi Muhammad s.a.w. yang tersebut dalam Taurat dimana diterangkan sifat-sifatnya.

[71] Maksudnya: Allah menurunkan wahyu (kenabian) kepada Muhammad s.a.w.

[72] Maksudnya: mereka mendapat kemurkaan yang berlipat-ganda yaitu kemurkaan Karena tidak beriman kepada Muhammad s.a.w. dan kemurkaan yang disebabkan perbuatan mereka dahulu, yaitu membunnuh nabi, mendustakannya, merobah-robah isi Taurat dan sebagainya.

-Tafsirnya

*Telah kami turunkan kepada Musa kitab Taurat

*kami telah berikan kepada Musa tanda-tanda kenabian dan mukjizat dan telah dijelaskan dalil-dalil atas kenabiannya

*sengsara dan menjauhkan mereka dari rahmat disebabkan kekafiran mereka dan kesesatan mereka

*maka sedikit dari mereka yang beriman,atau mereka beriman dengan iman yang dangkal,dan mereka beriman dengan sebagiankitab dan mereka ingkar dengan sebagian yang lain.

*maka ketika Muhammad diutus,orang-orang yang mengetahuinya dengan benar,mereka ingkar dengan wahyunya

*Allah melaknat atas orang-orang yahudi yang kafir dengan rasul penutup

*mereka kafir dengan qur’an yang telah diturunkan Allah

*mekeka dengki dan meminta apa yang tidak mereka punya

*mereka kemli dengan kemarahan dari Allah yang lebih atas kemarahan sebelumnya

*mereka beriman dengan apa yang diturunkan Allah dari qur’an dan mereka membenarkannya dan mengikutinya

ETIKA HIDUP BERMASYARAKAT

Mei 27, 2008

TAFSIR SURAT AL BAQARAH 74 – 75

(ETIKA HIDUP BERMASYARAKAT)

*) ABDILLAH AMIRUDDIN

A. AYAT:

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِي إِسْرَائِيلَ لا تَعْبُدُونَ إِلا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلا قَلِيلا مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُعْرِضُونَ (٨٣)وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ لا تَسْفِكُونَ دِمَاءَكُمْ وَلا تُخْرِجُونَ أَنْفُسَكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ ثُمَّ أَقْرَرْتُمْ وَأَنْتُمْ تَشْهَدُونَ (٨٤)ثُمَّ أَنْتُمْ هَؤُلاءِ تَقْتُلُونَ أَنْفُسَكُمْ وَتُخْرِجُونَ فَرِيقًا مِنْكُمْ مِنْ دِيَارِهِمْ تَظَاهَرُونَ عَلَيْهِمْ بِالإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَإِنْ يَأْتُوكُمْ أُسَارَى تُفَادُوهُمْ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْكُمْ إِخْرَاجُهُمْ أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ (٨٥)أُولَئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالآخِرَةِ فَلا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلا هُمْ يُنْصَرُونَ (٨٦)

B.MAKNA AYAT.

83. Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israel (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhijanji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

84. Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu (yaitu): kamu tidak akan menumpahkan darahmu (membunuh orang), dan kamu tidak akan mengusir dirimu (saudaramu sebangsa) dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar (akan memenuhinya) sedang kamu mempersaksikannya.

85. Kemudian kamu (Bani Israel) membunuh dirimu (saudaramu sebangsa) dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu (juga) terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian dari padamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.

86. Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.

C.TAFSIR
(83)
[dan ingatlah ketika kami mengambil janji dari Bani Israil] ingatlah ketka kami mengambil janji  wahai orang-orang yahudi [kamu tidak menyambah selain Allah] janganlah menyembah selain Allah [dan kepada dua orang tua dengan kebaikan] Allah menyuruh kita untuk berbuat baik kepada dua orang tua [dan kepada kerabat,dan anak yatim,dan orang miskin] dan kita disuruh juga untuk berbuat baik kepada sanak saudara,dan anak yatim yang telah meninggal ayahnya dan ia masih kecil dan orang miskin yangtidak memiliki harta [dan berkatalah kepada manusia dengan baik] perkataan yang menjaga dari dosa,lembut dan dengan perkataan yang baik [dan dirikanlah shalat dan tunaikan zakat] shalatlah dan zakatlah seperti yang telah diwajikan oleh Allah SWT atas kalian dari rukun-rukun yang teratas karena itulah ibadah yang paling besar [kemudin kalian ingkar janji kecuali sebagian kecil dari kalian dan kalian selalu berpaling] kemudian kalin ingkar janji dan tidak melaksanakan kewajiban kecuali sebagian dari kalian.

(84)
[dan ingatlah ketika kami mengambil janji kalian janganlah kalian menumpahkan darah kalian] ingatlah juga wahai Bani Israil ketika kami mengambil atas kalian penepatan janji untuk tidak membunuh sebagian diantara kalian [dan janganlah kalian mengusir diri kalian dari kampung halaman kalian] dan janganlah mengusir dari sebagian kalian atas sebagian yang lain dengan mengusir dari kampong halaman [kemudian kalian berikrar dan bersaksi] kemudian kalin mengetahui janji dan kewajiban kalian dan kalian bersaksi.

(85)
[kemudian kalian membunuh diri kalian sendiri] kemudian kalian kalian mingingkari juga janji kalian wahai orang-orang yahudi setelah kalian berikrar dengannya,maka kalian membunuh saudara seagama kalian [dan kalian mengusir sebagian dari kalian dari kampung halaman kalian] seperti yang kalian lakukan dengan mengusir sebagian kalian  dari kampong halaman kalian [kalian saling membantu merekadalam kejahatan dan permusuhan] saling tolong menolong dengan mereka dalam kemaksiatan dan kedzaliman [dan jika mereka datang sebagai tawanan,kalian tebus mereka] dan jika mereka datang dalam keadan sebagai tawanan,kalian membayar dengan harta untuk menebus mereka dari tawanan [padahal kalian dilarang mengusir mereka] maka bagaimana kalian membunuh dan mengusir mereka dari kampung halaman mereka ? [apakah kalian beriman kepada kitab dan ingkar kepada sebagian yang lain ] apakah kalin beriman terhadap sebagian dari kitab taurat dan kafir terhadap sebagian yang lain,karena kalian antara kafir dan beriman dan orang yang kafir terhadap sebagian dari ayat Allah SWT sama saja dengan kafir terhadap kitab secara keseluruhan dan atas perbuatan mereka ini Allah SWT berfirman [maka tidak ada balasan bagi orang yang berbuat demikian selain kenistaan dalam kehidupan dunia] apa-apa balasan yang mereka terima dari yang mereka lakukan yaitu mengimani sebagian kitab dan kafir terhadap sebagian yang lain adalah kenistaan dan bagi mereka adzab di dunia [dan pada hari kiamat mereka akan dikembalikan kepada adzab yang palin berat] mereka di akhirat akan diberikan adzab yang amat berat dan kekal,karena adzab yang kekal tidak akan pernah berhenti [dan Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan] didalamnya peringatan Allah terhadap mereka,kemudian Allah SWt mengabarkan karena sebab-sebab itu maka Allah berkata

(86)
[mereka itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan akhirat] mereka telah melakukan perbuatan yang sangat merugikan dengan mengganti kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat [maka tidak diringankan adzabnya] tidaklah diringankan adzab meeka walaupun hanya satu jam [dan mereka tidak akan ditolong] dan tidaklah atas mereka pertolongan untuk menolong mereka,dan tidaklah diringankan dari adzab Allah SWT.

D.KESIMPULAN
Dari tafsiraran ayat diatas,dapat disimpulkan bahwa :
1.Bani Israil adalah umat yang selalu membangkang dan mengingkari janji mereka
2.Allah SWT memerintahkan kepada kita untuk berbuat baik kepada kedua orang tua,anak yatim,dan orang miskin
3.Allah SWT memerintahkan untuk bertutur kata yang baik
4.Diharamkan bagi umat muslim untuk mengimani Al-Qura’an secara setengah-setengah
5.Orang yang membeli kehidupan dunianya dengan akhirat adalah orang yang merugi

*) Siswa kelas XI MA PPMI Assalaam

TALAK DAN TATACARANYA

Mei 26, 2008

TAFSIR SURAT AL BAQARAH:231-232

BY: Adnan, muflih arisa

وَإِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ سَرِّحُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَلا تُمْسِكُوهُنَّ ضِرَارًا لِتَعْتَدُوا وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ وَلا تَتَّخِذُوا آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَمَا أَنْزَلَ عَلَيْكُمْ مِنَ الْكِتَابِ وَالْحِكْمَةِ يَعِظُكُمْ بِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (٢٣١)وَإِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلا تَعْضُلُوهُنَّ أَنْ يَنْكِحْنَ أَزْوَاجَهُنَّ إِذَا تَرَاضَوْا بَيْنَهُمْ بِالْمَعْرُوفِ ذَلِكَ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ مِنْكُمْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكُمْ أَزْكَى لَكُمْ وَأَطْهَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ (٢٣٢)

TERJEMAH  AYAT

231. apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu mereka mendekati akhir iddahnya, Maka rujukilah mereka dengan cara yang ma’ruf, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang ma’ruf (pula). janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudharatan, karena dengan demikian kamu Menganiaya mereka[145]. Barangsiapa berbuat demikian, Maka sungguh ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah permainan, dan ingatlah nikmat Allah padamu, dan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu Yaitu Al kitab dan Al Hikmah (As Sunnah). Allah memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. dan bertakwalah kepada Allah serta ketahuilah bahwasanya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.

232. apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu habis masa iddahnya, Maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya[146], apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang ma’ruf. Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan hari kemudian. itu lebih baik bagimu dan lebih suci. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

[145] Umpamanya: memaksa mereka minta cerai dengan cara khulu’ atau membiarkan mereka hidup terkatung-katung.

[146] Kawin lagi dengan bekas suami atau dengan laki-laki yang lain.

TAFSIR AYAT

231. Dalam ayat ini Allah Swt memerintahkan hamba-hambanya orang-orang mukmin jika salah satu dari mereka menceraikan istrinya dan (istrinya) mendekati akhir ‘iddahnya untuk kembali dan merujuknya dengan cara yang makruf. Dan makruf adalah baik dalam pergaulan dengannya atau (baik dalam) meninggalkannya sampai habis masa ‘iddahnya. Dan (hendaklah) menceraikannya (istrinya) dengan cara yang makruf (pula), maka suami itu memberikan seluruh hak-haknya dan jangan menyebutnya kecuali dengan kebaikan dan meninggalkannya pergi dimanapun ia kehendaki. Dan diharamkan atas salah satu dari mereka (orang-orang mukmin) untuk merujuk istrinya dengan tujuan untuk merugikannya maka tidaklah itu baik baginya dan tidaklah menceraikannya dan memintanya untuk keluar dari (rumah)nya. Maka Allah Swt berfirman {…. Dan janganlah kamu rujuki mereka untu memberi kemadharatan….}ingin atas mereka (istri-istri) sampai wanita-wanita yang terdzolimi terpaksa melepaskan bajunyaatau mengorbankan jiwanya dengan harta. Dan Allah mengabarkan siapa-siapa yang melakukan keburukan itu maka dia akan mendapat siksaan akhirat.

232. Allah Swt melarang wali-wali wanita untuk menahan wanita-wanita yang ditalak suaminya (dengan) sekali talakan atau dua kali talakan dari (keinginannya) kembalikepada suaminya yang telah mentalaknya dan telah jelas darinyadengan Akhir ‘iddahnya. Jika dia (istrinya ) ridha dengan pernikahan darinya pada sesekali waktu dan (suaminya juga) ridha dengan pernikahan itu, dan keduanya berkehendak atas pergaulan yang baik dengan cara makruf. Dan ayat ini menjadi jawaban untuk saudara perempuan Mu’qil bin Yasar ra. Ketika ingin kembali kepada suaminya yang telah mentalaknya dan telah jelas akhir masa ‘iddahnya saudaranya Mu’qil melarangnya (rujuk).

Dan firman Allah Swt : {…. Itulah yang dinasehatkan….} yaitu larangan ini dari pencegahan yang ditujukan kepada orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari akhir. Maka kehidupan mereka yang mereka memenuhi hak-hak Allah dan Rasulnya jika diperintahkan kepada mereka atau dilarang.

Dan yang terakhir Allah Ta’ala mengabarkan kepada mereka tentang peniadaan larangan wanita yang dicerai dari (keinginan) untuk kembali kepada suminya adalah lebih baik bagin mereka, sekarang atau untuk selanjutnya dan menerngkan untuk hati-hati mereka dan masyarakat mereka. Dan memberitahukan kepada mereka bahwasannya Dia mengetahui permasalahan-permasalahan yang akan datang dan mereka tidak mengetahuinya, maka diwajibkan (atas perkara itu) intuk menerima sepenuh hati syariat-Nya.

*) Tugas Makalah pelajaran ulumul qur’an


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.